
Banana
From Wikipedia, the free encyclopedia
Scientific classification
Kingdom: Plantae
Family: Musaceae
Genus: Musa
Banana is the common name for a fruit and also the herbaceous plants of the genus Musa which produce this commonly eaten fruit. They are native to the tropical region of Southeast Asia. Bananas are likely to have been first domesticated in Papua New Guinea.[1] Today, they are cultivated throughout the tropics.[2]
Banana plants are of the family Musaceae. They are cultivated primarily for their fruit, and to a lesser extent for the production of fibre and as ornamental plants. As the banana plants are normally tall and fairly sturdy they are often mistaken for trees, but their main or upright stem is actually a pseudostem (literally "fake stem"). For some species this pseudostem can reach a height of up to 2–8 m, with leaves of up to 3.5 m in length. Each pseudostem can produce a bunch of yellow, green or even red bananas before dying and being replaced by another pseudostem.
The banana fruit grow in hanging clusters, with up to 20 fruit to a tier (called a hand), and 3–20 tiers to a bunch. The total of the hanging clusters is known as a bunch, or commercially as a "banana stem", and can weigh from 30–50 kg. The fruit averages 125 g, of which approximately 75% is water and 25% dry matter content. Each individual fruit (known as a banana or 'finger') has a protective outer layer (a peel or skin) with a fleshy edible inner portion. Both skin and inner part can be eaten raw or cooked. Western cultures generally eat the inside raw and throw away the skin while some Asian cultures generally eat both the skin and inside cooked. Typically, the fruit has numerous strings (called 'phloem bundles') which run between the skin and inner part. Bananas are a valuable source of vitamin B6, vitamin C, and potassium.
Bananas are grown in at least 107 countries.[3] In popular culture and commerce, "banana" usually refers to soft, sweet "dessert" bananas. The bananas from a group of cultivars with firmer, starchier fruit are called plantains. Bananas may also be cut and dried and eaten as a type of chip. Dried bananas are also ground into banana flour.
Although the wild species have fruits with numerous large, hard seeds, virtually all culinary bananas have seedless fruits. Bananas are classified either as dessert bananas (meaning they are yellow and fully ripe when eaten) or as green cooking bananas. Almost all export bananas are of the dessert types; however, only about 10–15% of all production is for export, with the United States and European Union being the dominant buyers.
About Banana
Minggu, 15 Maret 2009 di 02.56 Diposting oleh Riseal.com
Label: Banana 0 komentar
Project Proposal untuk Peternak Burung Puyuh
di 01.53 Diposting oleh Riseal.com
Bagi anda yang barang kali senang terjun di dunia bisnis baru, barang kali tidak ada salahnya kalau anda mencoba mempratekkan dan menjalankan project proposal ini. Ini hal baru yang jarang ada di tengah-tengah masyarakat. Prospek jelas dengan jangka waktu yang singkat untuk mengembalikan modal anda. Silahkan mencoba...!
PROJECT PROPOSAL
I. PENDAHULUAN
Melihat kebutuhan telur burung puyuh, khususnya di willayah utara (daerah Lamongan, Tuban, Gresik) bisa dibilang tinggi sementara peternak yang bergerak dalam budi daya burung puyuh di daerah tersebut masih minim. Maka dari itu saya selaku pribadi tergugah untuk bergerak menerjuni usaha budi daya burung puyuh tersebut, kalaupun ada yang budi daya sampai saat ini, setelah saya mendalami dan studi banding kepada pelaku bisnis ini, selama ini kelemahan mereka adalah dalam masalah menejemennya. Sehingga kesan yang ada di masyarakat budi daya burung puyuh kurang menjanjikan.
Berdasarkan pengalaman dan studi banding yang saya alami selama tiga tahun, ternyata budi daya burung puyuh kalau dikelola dengan menejemen yang baik akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan budi daya unggas jenis lainnya dengan kondisi fluktuatif harga produksi maupun siklus alam.
II. PERENCANAAN BUDI DAYA BURUNG PUYUH
Dalam budi daya burung puyuh sebenarnya tidak memerlukan biaya besar dan tempat yang luas. Bila kita mau memulai budi daya burung puyuh cukup alokasikan dana dikisaran kurang lebih Rp. 4.500,00/ekor dengan rincian:
- Burung puyuh (usia nol hari) Rp. 1.750,00
-
Pakan dari nol hari - 49 hari/ekor = 0,555 kg x Rp. 4.900,00/kg Rp. 2.750,00
Jumlah Rp. 4.500,00
Adapun untuk pembuatan kandangnya tiap 200 ekor menghabiskan dana kurang lebih Rp. 500.000,00, belum termasuk rumah kandang (gubuk). Mengenai biaya gubuk akan bergantung dengan niat kita untuk memulai dari berapa ekor dan seberapa luas lahannya.
III. KEUNTUNGAN BUDI DAYA BURUNG PUYUH
Kalau kita memulai usaha budi daya burung puyuh dari 1000 ekor, maka investasi kita dikisaran:
- Burung 1000 ekor x Rp 1.750,00 = Rp 1.750.000,00
- Pakan 0,555 kg x 1000 ekor x Rp 4.900,00 = Rp 2.750.000,00
- Kandang 5 x Rp 500.000,00 = Rp 2.500.000,00
-
Lain-lain (obat-obatan dan penghangat) = Rp 300.000,00
Jumlah = Rp 7.300.000,00
Adapun nilai putar harian bila sudah produktif dengan 20 gram pakan per ekor dalam sehari maka : 1000 ekor x 20 gram = 20 kg x Rp 4.350,00 = Rp 87.000,00 sedangkan hasil yang di dapat 80% dari 1000 ekor = 800 butir dengan harga jual Rp 150,00/ butir, jadi dalam perhari dari jual telur 800 butir x Rp 150,00 = Rp 120.000,00. Jadi net margin yang kita dapat perhari dari 1000 ekor :
- Harga jual telur perhari dari 800 butir = Rp 120.000,00
- Pakan 1000 ekor perhari 20 kg = Rp 87.000,00
![]()
Saldo = Rp 33.000,00
Bila perhari kita mendapat saldo Rp 33.000,00 maka dalam satu bulan kita akan memperoleh saldo total Rp 990.000,00, sedangkan masa aktif produksi burung puyuh secara teori kurang lebih 18 bulan, maka : 18 bulan x Rp 990.000,00 = Rp 17.820.000,00
Dengan acuan di atas maka dalam kurun waktu 8 bulan masa produktif investasi kita sudah kembali. Itu semua dengan mengabaikan biaya pekerja dan akumulasi.
Adapun maksud dari saya membuat proposal ini adalah menawarkan kerja sama kepada Bapak atau institusi Bapak untuk menjadi Bapak angkat atau mitra usaha ini. Saya mengajukan ini karena keterbatasan dana saya sementara lahan masih memadai dan prospek pasar masih menjanjikan.
Demikian proposal ini saya ajukan agar menjadi pertimbangan Bapak untuk menjadi mitra usaha saya.
Yang mengajukan Proposal
HM. PUTRA WIJAYA
NB:
- Harga tersebut fluktuatif dan data di atas berdasarkan kondisi di bulan Januari 2009.
- Kontak Person Hadi Wiyoto (HP. 085854033091 atau 081359727471)

